Dibuka Juni, Penerimaan PAD Bone dari Sektor Pariwisata Capai Rp 70 Juta

370

Memasuki masa adaptasi kehidupan baru (New Normal) sektor pariwisata di Kabupaten Bone kembali mulai bergerak.

Kondisi pergerakan ini meskipun perlahan berdampak pada pemasukan pendapatan asli daerah.

“sejak pandemi COVID-19 PAD dari sektor pariwisata tidak ada sama sekali” kata Sekretaris Dinas Pariwisata H.A.Muhammad Faisal, S.E., M.Si.

Sejak merebaknya pandemi COVID-19 di Kabupaten Bone pada Maret lalu semua sarana publik termasuk objek wisata ditutup untuk umum.

Hal tersebut dilakukan pemerintah daerah untuk menghindari kerumunan warga dalam rangka memutus rantai virus corona di Kabupaten Bone.

Namun dalam beberapa hari terakhir perkembangan virus corona di kabupaten Bone tidak menunjukkan angka yang signifikan.

Sejak Maret hingga Mei keluar instruksi Bupati Bone dan Gubernur Sulawesi Selatan agar seluruh objek wisata ditutup.

Barulah di bulan Juni objek wisata kembali dibuka. “Alhamdulillah, sejak dibuka telah ada pemasukan PAD sekira Rp 70 juta” jelas H.A.Muhamnad Fausal.

Sementara sebelum pandemi COVID-19 tepatnya Januari dan Februari PAD dari pariwisata bisa mencapai sebesar Rp 150 juta.

“Jadi total sekarang PAD telah mencapai Rp 220 juta”

Target PAD dari sektor pariwisata yang tadinya Rp 1 miliar diturunkan menjadi Rp 700 juta. Hal ini setelah melalui konsultasi dengan Badan Pendapatan Daerah dan DPRD Bone.

“Insya Allah kami optimis target tersebut bisa tercapai tahun ini” tambahnya.

Menurutnya, secara perlahan masyarakat mulai datang kembali ke objek wisata, terutama di akhir pekan.

Awalnya masyarakat masih enggan ke tempat wisata, tetapi secara perlahan masyarakat mulai banyak yang berdatangan. Terutama di akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu.

Untuk mencapai target PAD, pihak Dinas Pariwisata saat ini melakukan berbagai upaya.

Pertama, melakukan pelatihan kepada pengelola objek wisata baik yang dikelola pemerintah, swasta dan masyarakat.

Kedua, melakukan promosi wisata melalui website resmi Dinas Pariwisata. Termasuk, dengan melakukan promosi di media sosial.

Ketiga, kami juga menggandeng duta wisata Bone untuk mempromosikan objek wisata di Bone.

“Kita manfaatkan teknologi website dan media sosial dan anak duta wisata untuk menarik wisatawan datang berkunjung ke Bone” tutupnya.

Meskipun demikian pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Bone tetap memberlakukan protokol kesehatan kepada setiap pengunjung.

Berdasarkan update data Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bone yang dipublikasikan di website pemda bone.go.id pada Kamis 20 Agustus 2020. Warga Bone yang terpapar virus corona sebanyak 53 orang.

Dari jumlah tersebut sudah sembuh dan sehat sebanyak 51 orang dan 2 orang masih menjalani perawatan.

Bahkan sebenarnya di antara sekian itu tidak semua yang terpapar virus corona berdomisili di kabupaten Bone. Mereka hanya ber-KTP Kabupaten Bone dan bekerja di luar Bone.

Dengan dasar itulah Pemerintah Kabupaten Bone dalam hal ini Dinas Pariwisata mulai hari Sabtu 20 Juni 2020 lalu, seluruh objek wisata di Kabupaten Bone kembali dibuka untuk umum.

BAGIKAN