Persiapan Bentang Merah Putih di Pulau Tangkulara 2019

233

Setelah sukses merevitalisasi Obyek Wisata Tanjung Pallette kini Dinas Pariwisata Kabupaten Bone melirik potensi keindahan laut Teluk Bone.

Teluk Bone selain memiliki keindahan laut juga sarat dengan histori sebagai area pertempuran Bone-Belanda di masa lalu. Tentara Belanda menyerang Bone melalui laut dan Laskar Kerajaan Bone menangkis dari darat. Tapi, itu dulu.

Tangkulara adalah sebuah pulau dengan luas 2 hektar yang berada di laut Teluk Bone kini menjadi sasaran empuk bagi penikmat wisata bawah laut.

Untuk mencapai pulau tersebut dengan motor tempel hanya butuh waktu 15 menit dari dermaga pelabuhan Bajoe.

Daya tarik pulau Tangkulara dari gundukan pasir putih ini sejak dulu sudah menjadi tempat melepas lelah para nelayan Bugis dan suku Bajo ketika melaut.

Hamparan pasir putih yang di kelilingi indahnya vegetasi terumbu karang, dan biota laut-ikan yang ada seakan menghipnotis bagi wisatawan lokal yang pernah berkunjung di tempat itu.

Menyambut perayaan HUT ke-74 Kemerdekaan RI tahun ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Bone akan memanfaatkan moment itu untuk kegiatan promosi wisata.

Salah satu kegiatan yang tengah kami rencanakan adalah membentangkan merah putih sepanjang 74 meter di pulau Tangkulara.

” kegiatan seperti itu kami sudah lakukan tahun lalu, namun kali ini akan menjadi lebih semarak, karena akan diikuti selain masyarakat juga seluruh forkopimda Kabupaten Bone” tutur Kadis Pariwisata Bone Andi Ikhwan Burhanudddin.

Jadi pelaksanaan eventĀ  “Bentang Merah Putih di Tangkulara 2019″ nantinya kami bekerja sama dengan komunitas Forum Masyarakat Pesisir (Formasi).

Menurut Kadis Pariwisata Andi Ikhwan Burhanuddin, ada beberapa hal yang ingin dicapai dalam kegiatan ini, yaitu selain dari sisi promosi wisata, juga sosial, ekonomi, dan edukasi.

Menurutnya dengan mengembangkan Tangkulara sebagai obyek wisata, akan berdampak positif, karena disekeliling pulau itu akan ditentukan titik atau spot penyelaman.

” Jadi dengan menentukan spot akan mempermudah bagi wisatawan melakukan penyelaman guna menikmati keindahan bawah laut” jelasnya.

Lanjutnya, setelah itu penyelam bisa beristirahat di pulau karena kami rencana membangun semacam gazebo atau tempat peristirahan. Dengan begitu masyarakat sekitarnya bisa menjual kulinernya.

“Kemudian dari sisi edukasi, Tangkulara bisa menjadi tempat bagi siswa/pelajar dan akademisiĀ  melakukan penelitian terkait biota bawah laut Teluk Bone” tutupnya